Sebab sehat adalah kenikmatan
Sakit ibarat sebuah cermin yang menjelaskan bahwa betapa pentingnya kesehatan. Rumah sakit dipagi ini memperlihatkan bahwa betapa manusia sangat butuh akan kesehatan dilihat dari banyaknya pasien yang mengantri baik itu antrian BPJS, asuransi maupun pribadi.
Kata sehat selalu menjadi kata sapaan saat bertemu dengan seseorang atau pun saling menyapa lewat telepon.
Pagi pak.. sehat?...
Jawabannya adalah sehat.
Sebuah jawaban yang menurut saya mempunyai efek motivasi terhadap diri bahwa kita harus sehat agar bisa menjalani aktifitas dengan baik.
Di bangku antrian ini teringat saat pertama kenal yang namanya maag, saat itu masih kuliah dimana jadwal ujian dan tugas serta aktifitas keorganisasian sangat padat sehingga makan kadangkala dirapel dari sarapan sekaligus makan siang. Semua ada hikmahnya, semua ada keterkaitannya.
Pertama kali dirawat inap 3 bulan yang lalu, pengalaman yang menjelaskan bahwa inilah sakit, sebelumnya hanya mendengar dan menjenguk keluarga atau teman di rumah sakit.
Di bangku antrian ini teringat saat pertama kenal yang namanya maag, saat itu masih kuliah dimana jadwal ujian dan tugas serta aktifitas keorganisasian sangat padat sehingga makan kadangkala dirapel dari sarapan sekaligus makan siang. Semua ada hikmahnya, semua ada keterkaitannya.
Pertama kali dirawat inap 3 bulan yang lalu, pengalaman yang menjelaskan bahwa inilah sakit, sebelumnya hanya mendengar dan menjenguk keluarga atau teman di rumah sakit.
Antrian No. 6 dipanggil masuk ke dokter spesialis penyakit dalam. Maag dan tukak lambung memang sangat menghambat aktifitas pekerjaan. Kembali dokter memberikan resep untuk rencana terapi pengobatan 1 sampai 3 bulan kedepan dengan diselingi kontrol tiap 2 minggu. Ini karena kelalaian dan kurang disiplin dalam terapi sebelumnya bahkan selalu melanggar pantangan.
Sampailah ketika sakit mengajarkan kita tentang mahalnya kata sehat itu saat berada didepan kasir rumah sakit untuk membayar biaya kontrol dan obat. Teringat kalimat "orang miskin dilarang sakit".
Dari sinilah saya berfikir bahwa nikmat sehat itu baru terasa ketika kita merasakan sakit. Semoga kali ini program saya berhasil dan aktifitas kembali lancar.
Sampailah ketika sakit mengajarkan kita tentang mahalnya kata sehat itu saat berada didepan kasir rumah sakit untuk membayar biaya kontrol dan obat. Teringat kalimat "orang miskin dilarang sakit".
Dari sinilah saya berfikir bahwa nikmat sehat itu baru terasa ketika kita merasakan sakit. Semoga kali ini program saya berhasil dan aktifitas kembali lancar.
Komentar
Posting Komentar